jump to navigation

SUBPRIME MORTAGES (seri 1) Februari 28, 2008

Posted by jungkirbalik in Economics.
2 comments

Waktu mendengar presentasi teman-teman saya di mata kuliah Corporate Strategy, saya sangat tertarik dengan salah satu topik, yaitu Suprime Mortgages. lalu saya mencoba mencari beberapa alur cerita yang mungkin lebih komprehensif dan mudah di mengerti oleh saya. Saya coba cari di berbagai sumber. Bersyukur, dengan tehnologi internet, kita bisa mencari ribuan data yang kita inginkan. SAya harap, pembaca bisa mendapatkan informasi yang komprehensif. Mungkin untuk tugas Studi atau sekedar mendapatkan informasi.

Bukan berarti dengan menulis topik ini saya sudah menguasai. Namun saya tetap terus belajar, supaya tidak ketinggalan informasi penting. (saya kan cuma caplok sana caplok sini, heee….) Semoga apa yang saya tulis bisa menjadi berkah buat pembaca.

PENDAHULUAN

Beberapa bulan ini, topic Subprime Mortgage menjadi berita hangat, bukan hanya di Amerika tetapi juga di seluruh dunia. Fenomena ini di mulai pada pertengahan tahun 2006. Telah memberikan sentiment negative pada Negara-negara di dunia, terkhusus di Indonesia. Sadar atau tidak, Amerika telah menjadi center of view dalam berbagai bidang. Kalau dilihat dari mata uang Amerika (Dollar), yang selama ini telah menjadi patokan mata uang sebagian besar Negara di dunia, menjadi salah satu contoh bagaimana Amerika telah menjadi center of views.

Krisis Keuangan 2007 akibat Subprime Mortgage adalah sebuah keadaan dimana banyak rumah yang disita dimulai dari negara Amerika Serikat yang dimulai pada resesi tahun 2006 dan menjadi krisis keuangan global pada tahun 2007.

Krisis bermula dari meledaknya persediaan rumah di AS dan tingginya angka suku bunga kredit yang dikenal orang sebagai “subprime”, “suku bunga yang disesuaikan”, “Alt-A” dan jenis lain dari pinjaman hipotek (mortgage) resiko tinggi yang dibebankan kepada peminjam yang berpendapatan rendah atau peringkat rendah (subprime) dari penerima kredit. Kebalikan dari Subprime adalah Prime dimana pihak-pihak yang termasuk didalamnya adalah orang-orang yang berpendapatan tinggi dan yang terpenting ialah mereka mampu melunasi kredit yang diambilnya.

Total yang harus dibayar oleh orang-orang yang termasuk subprime adalah Pokok Pinjaman ditambah 9% bunga(tahun 1996) hingga 20% (tahun 2006). Para peminjam dari kategori Sub tersebut percaya bahwa mereka dapat melunasi pokok pinjaman ditambah bunga tersebut pada tanggal jatuh tempo berikutnya. Ketika harga rumah di AS mengalami kenaikan pada tahun 1996-2006, maka pelunasan hutang harus segera dimulai. Kenyataannya mudah ditebak, banyak dari kaum “Sub” yang tidak dapat melunasi hutangnya. Berikutnya yang terjadi ialah terjadinya penutupan dan penyitaan secara dramatis. Pada bulan Oktober 2007, 16% dari total pinjaman hipotek(subprime) dengan Batas Waktu Pinjaman (Adjustable Rate Mortgages/ARM) 90 hari dianggap menunggak dan dilanjutkan dengan proses penyitaan. Persentase tersebut meningkat tiga kali lipat bila dibandingkan pada tahun 2005. Pada bulan Januari 2008 jumlahnya meningkat menjadi 21%. Selama tahun 2007, hampir 1,3 juta rumah di AS termasuk dalam kategori proses penyitaan atau naik 79% bila dibandingkan dengan tahun 2006. Pada tanggal 22 Desember 2007, kerugian sektor perumahan dihitung sebesar 200 hingga 300 milyar dollar AS.

Banyak dari para pemberi pinjaman memberikan resiko kredit (resiko pembayaran standarisasi) yang berakibat para peminjam tidak dapat berharap untuk memperoleh kredit lagi untuk melunasi hutangnya. Banyak bank dan institusi keuangan lain melaporkan kerugian sebesar 130 milyar dollar AS menurut sebuah laporan pada tanggal 25 Januari 2008. Surat utang yang sering dikeluarkan adalah sekuritas. Banyak pemberi pinjaman meneruskan kredit tersebut pada pihak ketiga via Mortgage-Backed Securities (MBS). Banyak individu dan perusahaan investasi terkait dengan MBS mengalami kerugian secara signifikan, dan ditambah lagi dengan sulitnya memprediksi pokok pinjaman yang sebenarnya.

PENGERTIAN SUBPRIME MORTGAGES

Di sini ada dua istilah, Subprime dan Prime. Subprime lending (also known as B-paper, near-prime, or second chance lending) is the practice of making loans to borrowers who do not qualify for the best market interest rates because of their deficient credit history (Wikipedia, free enscyclomedia). Istilah “Subprime” mengacu pada status kredit peminjam (kurang ideal), Sedangkan “Prime” mengacu pada kondisi atau status kredit peminjam yang ideal. Salah satu cara mengukur kelayakan kredit konsumen dilakukan dengan cara melihat credit score. Sistem pemberian KPR di Amerika sangat bergantung terhadap credit score yang dikeluarkan oleh perusahaan credit scoring seperti yang mengunakan metode FICO. Sebagai informasi, konsumen dapat memiliki FICO score mulai dari 300 s/d 850 tergantung dari hasil perhitungan yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa credit score dengan melihat 5 katagori utama seperti dibawah ini:

1. Payment history (35%)
2. Amounts owed (30%)
3. Length of credit history (15%0
4. New credit (10%)
5. Types of credit used (10%).

Walau berubah secara periodik, pada saat ini rata-rata credit score untuk konsumen di Amerika berkisar 620. Semakin rendah credit score (FICO<620), semakin kurang kelayakan dari konsumen tersebut mendapatkan KPR. Subprime mortgage borrower diberikan kepada konsumen yang memiliki FICO score < 620.

catatan tambahan: untuk Prime borrowers memiliki ciri-ciri score/nilai FICO diatas 620 (credit score antara 350-850 dengan median di AS sekitar 678 dan mean 723), Debt to Income (DTI) tidak lebih besar dari 75% (artinya bahwa tidak lebih dari 75% dari pembayaran bersih prumahan dan utang lainnya), dan kombinasi loan to value ratio sebesar 90% (artinya, bahwa peminjam bias membayar 10% downpayment)

Selain credit score, subprime mortgage loan juga bisa terlihat dari beberapa hal:
1. Tingginya rasio Loan-to Value hingga 100%
2. Agunan KPR yang tidak memenuhi fundamental perhitungan value-nya.
3. Ketidak lengkapan dokumentasi KPR (low-doc) atau tidak ada verifikasi terhadap pendapatan (stated income), sumber downpayment & sejarah bekerja.
4. Tingginya Debt-to-Income (DTI) dan Payment to Income (PTI)

Karakteristik diatas secara langsung menaikan risiko terhadap penyalur KPR. Dari satu sisi, meningginya risiko dikompensasikan dengan suku bunga tinggi dan fitur khusus lainnya. Disisi lain, tingginya suku bunga menyebabkan ketidak mampuan konsumen untuk mendapatkan KPR. Dalam hal ini, penyalur KPR membuat produk KPR yang tetap mengkompensasikan tingginya risiko akan tetapi dapat dijangkau oleh konsumen, paling tidak agar dapat dioriginasi.

Produk subprime mortgage loan yang terkenal adalah 2/28 ARMS. Jenis KPR ini cukup berkembang dimana mencakup hampir 75% dari adjustable subprime mortgage loan dioriginasi. Produk ini memiliki fitur dua tahun pertama fix rate yang bersifat Teaser Rate dan akan berubah pada akhir tahun kedua menjadi adjustable rate dan setiap tahun berikutnya.

Yang menjadi permasalahan adalah penyalur KPR dalam mengoriginasi KPR mengukur kemampuan membayar konsumen dengan menggunakan Teaser Rate yang rendah. Pada saat suku bunga KPR berubah pada akhir tahun kedua menjadi adjustable rate, pembayaran bulanan konsumen dapat meningkat secara drastis karena marjin untuk konsumen dengan risiko profil tinggi dapat mencapai 300-500 basis poin. Hal ini menyebabkan konsumen yang memang kurang layak kredit mengalami kesusahan membayar cicilan KPR, dan kemudian gagal bayar.

Selain itu, terjadi Predatory Lending practice yang dilakukan oleh penyalur KPR nakal. Segmen konsumen diatas dikibuli dengan bermacam taktik seperti secara sengaja memberikan jumlah pinjaman tinggi dengan suku bunga tinggi kepada kepada konsumen yang jelas tidak mampu membayar. Diharap jika terjadi gagal bayar maka agunan akan eksekusi dan penyalur KPR mendapat keuntungan dari penjualan rumahnya.

Apa yang terjadi dengan Subprime mortgage loan di Amerika?

Pertumbuhan subprime mortgage market di Amerika meningkat dengan cepat yang mencapai 22% dari total originasi KPR dalam jumlah total sisa pinjaman lebih $650 juta pada akhir tahun 2006. Beberapa faktor utama meningkatnya pasar. Dari sisi demand, sektor perumahan yang baik selama tahun 2002- 2005, rendahnya suku bunga KPR & apresiasi harga rumah. Dari sisi suplai, dengan yang tinggi demand dan masih terbukanya peluang usaha, penyalur KPR berbodong-bondong masuk ke pasar ini untuk menawarkan jasanya.

Dengan meningkatnya kompetisi, penyalur KPR bersaing untuk mendapat konsumen dengan menawarkan produk KPR yang cukup bervariasi tanpa mengenal secara mendalam karakterisktik risikonya serta me-relaxkan ketentuan originasi KPR. Hal ini mengakibatkan banyak KPR dengan fitur berisiko tinggi yang disetujui untuk konsumen yang tidak layak.

Dengan menurunnya pertumbuhan sektor perumahan semenjak awal 2006 yang ditandai dengan menurunya peningkatan harga rumah dan meningkatnya suku bunga KPR, banyak konsumen KPR di pasar ini yang mengalami kesulitan membayar angsuran dan kemudian dinyatakan gagal bayar.

Hasil survei yang dikeluarkan oleh Mortgage Banker Association (MBA) mengatakan bahwa delinquency rate untuk subprime mortgage loans untuk Q4-2006 berada di 13,33%. Sebagai perbandingan, deliequency rate untuk prime mortgage loan berkisar 2,57 %. Sementara itu, foreclosure rate adalah 2% dibanding 0,24% untuk subprime & prime mortgage loan per Q4-2006. Dan foreclosure inventory ratea adalah 0,5% dan 5,1% untuk subprime & prime mortgage loan per Q4-2006.

BIAYA KRISIS

Krisis subprime AS telah mengakibatkan nilai kerugian di pasar modal global sekitar 7,7 triliun dolar AS, demikian sebuah laporan oleh Bank of America. Krisis, yang telah meluas ke bank-bank dan sektor lainnya di seluruh dunia, adalah salah satu terganas dalam sejarah keuangan, demikian Kepala Analisa Pasar Bank of America, Joseph Quinlan, Kamis (14/2).

Quinlan mengatakan dalam laporannya, bahwa kerugian tersebut lebih buruk daripada beberapa dekade lalu, termasuk Black Monday di Wall Street pada 1987, krisis mata uang riil di Brasil pada 1999 dan jatuhnya hedge fund Long Term Capital Management (LTCM) pada 1998.

Sebuah analisa oleh bank AS menunjukkan bahwa dalam episode terbaru terkait subprime mortgage, atau risiko-tinggi, pinjaman real estate untuk orang dengan reputasi kredit buruk, mengakibatkan kapitalisasi pasar dunia turun 14,7 persen tiga bulan setelah puncaknya pada akhir Oktober.

Dibandingkan dengan kerugian serupa dalam waktu tiga bulan, sebesar 13,2 persen setelah krisis LTCM, 9,8 persen untuk Black Monday dan 6,1 persen untuk krisis Brasil.

Kerugian tersebut juga lebih besar daripada yang diderita setelah serangan teroris 11 September 2001, krisis keuangan Asia yang dimulai 1997, kegagalan utang Argentina pada 2001 dan krisis peso Meksiko pada 1994.

 

Terima Kasih Tuhan Februari 22, 2008

Posted by jungkirbalik in related information.
add a comment

praytg9.jpg
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”.

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia. Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”.

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku.

“Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”.

“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?”, tanyaku.

“Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata, “Terima kasih, Tuhan’ “.

“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku.

Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.”

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.”

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu. Juga…. Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan … engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.”

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang. jika engkau masih bisa mencintai … maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun”

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik bila dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan. “

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih diberkati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua.

Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu’ “. Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.

“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi”.

Butterfly Story Februari 21, 2008

Posted by jungkirbalik in related information.
1 comment so far

 images1.jpg

Selama kita hidup, masalah, tantangan, problema, dan badai hidup selalu menemani kita. Namun yang selalu menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita bisa menghadapinya? ada sebuah kisah yang sangat menyentuh pribadi saya. Ketika saya mengalami begitu banyak masalah dalam hidup ini, saya mencoba untuk mengingat cerita tentang seekor kupu kupu yang baru mau terbentuk dari kepompong (butterfly story). Kisah ini mencoba memberikan pelajaran kepada kita, bagaimana ternyata tantangan, masalah, dan badai hidup akan membuat kita lebih kuat di masa yang akan datang. Jangan lari dari masalah, tetapi hadapilah masalah dengan sikap positif, dan belajarlah dari masalah hidup. niscaya kita akan diberi kedewaan penuh.

Bukalah file dengan klik disini: butterfly-story

The Starbucks Experience Februari 21, 2008

Posted by jungkirbalik in resume buku.
2 comments

Sangat menarik ketika saya membaca buku ini (The Starbucks Experience, karya Joseph A. michelin). Disini saya mau membagikan sedikit ringkasan mengenai buku tersebut. Memang tidak terlalu sempurna. Maka saya sarankan untuk membaca buku ini.

Buku ini menjelaskan bahwa ada 5 strategi yang dipakai starbucks, antara lain: lakukan dengan cara anda, semuanya penting, surprice and delight, terbuka terhadap kritik, dan leave your mark. Strategi-strategi inilah yang membuat bisnis ini menjadi bisnis yang langgeng.

SIlahkan menikmati resume buku tersebut:

 

bevlineup_header_02.jpg

PENDAHULUAN

Pada tahun 1971, Kedai kopi, teh, dan Rempah Starbucks memulai bisnis di Seattle, Washington. Fenomena yang terjadi pada saat itu adalah terjadi kemonotonan dan kualitas yang buruk sehingga orang menjadi tidak tahu cara menikmati kopi yang menyenangkan. Yang orang rasakan saat minm kopi di kedai kopi adalah mereka sekedar minum, bila kopinya pahit akan ditambah krim atau gula, lalu membayar di kasir. Inilah fenomena kemonotonan yang terjadi . Lalu Howard Schultz, mantan CEO Starbucks, memiliki visi bahwa Starbucks bias mengubah “pengalaman minum kopi” di Amerika dari yang biasa menjadi luar biasa.

Ada banyak pihak yang menentang visi Schultz tersebut. Hal ini tergambar pada kalimat berikut ini:

Bagaimana cara anda mengilhami seseorang penggemar kopi untuk mengorbankan rutinitas kesehariannya sekaligus membuatnya bersedia membayar enam atau delapan kali lebih mahal demi racikan kopi yang eksotis dan kaya rasa bila selama ini dia hanya tahu kopi yang “biasa”? Selain itu, siapa yang mau meluangkan waktu untuk merasakan pengalaman berada di kedai kopi bergaya eropa kalau bisa menikmati kopi sambil membeli susu, bensin dan Koran.”

Bisakah “ide gila” Schultz menjadi kenyataan? Yang pasti jawaban dari pertanyaan tersebut adalah bahwa “ide gila” Schultz sudah terlaksana, bahkan melampaui ekspektasinya. Pertanyaan selanjutnya adalah strategi, cara, atau prinsip apa yang telah dilakukan oleh Schultz hingga bisnisnya bias menjadi bisnis yang sangat cepat, bahkan bisa berkembang sebesar 5000 %.

“….. seseorang hanya perlu mengetahui bahwa sejak 1992, nilai S&P naik 200%, Dow 230%, Nasdaq 280%, tetapi starbucks?- 5000%”

INTI

Penulis BUku ini telah mengamati dunia Starbucks selama 18 bulan, dan menyimpulkan bahwa ada 5 Prinsip Bisnis yang diterapakan oleh Starbucks.

    Lakukan dengan cara anda

Ada Lima Kiat sukses yang dilakukan oleh Starbucks, yaitu: “Ramah, Tulus, Perhatian, Berwawasan, Peduli.”

Untuk memperkuat konsep ini, manajemen Starbucks menciptakan sebuah pamphlet yang muat dimasukkan ke dalam cemelek mitra, sehingga cocok disebut ‘Green Apron Book (Kitab Celemek Hijau)’. Buku ini menawarkan ide-ide konkret tentang bagaimana menciptakan hubungan yang personal dengan pelanggan dengan cara memberi, berhubungan, dan meningkatkan interaksi pelanggan. (hal 25).

Lalu Brown dan martin menjelaskan bahwa:

“……. Green Apron Book bersama dengan lima kiat sukses Starbucks, benar-benar merangkum filosofi inti dari starbuck…..”

  • Ramah

    • Di Starbucks, “ramah” adalah cara utama untuk menjadikan kunjungan pelanggan sebagai permulaan yang positif.

    • Definisi “ramah” menurut starbucks adalah menawarkan rasa memiliki kepada semua orang

    • Para pemimpin mengharapkan para mitra menggunakan gaya unik mereka sendiri dalam menciptakan perjumpaan yang ramah.

    • Jadi di Starbucks, sangat memprioritaskan keramahan, menunjukkan apa yang disebut dengan ramah, menyegarkan citra tersebut, dan kemudian membiarkan para mitranya menerapkan konsep itu dengan cara mereka sendiri ketika membawa kedalam kehidupan orang-orang yang mereka layani.

  • Tulus

  • Di starbucks, bersikap tulus berarti “berhubungan, menemukan, dan merespon.”

Berhubungan berarti mencoba menemukan keterkaitan khusus antara pribadi konsumen dengan realitas yang ada di Starbucks.

Menemukan berarti Menemukan akan dari setiap pelanggan dan situasi individual.

Merespon adalah menindaklanjuti dengan segera apa yang mereka dengar, dan belajar dari pengalaman ini demi interaksi dengan pelanggan di masa yang akan datang.

  • Contoh menarik:

“…. Saat itu hari sabtu, dan seorang wanita malang yang sedang dirundung kesedihan masuk. Itu adalah kunjungan pertamanya. Daftar menu kami bias saja sedikit menakutkan, kemudian dia menatapnya lalu hanya memesan kopi biasa. Ketika kami bertanya apa kah dia tidak ingin mencoba sesuatu yang lain, dia menjelaskan kalau dia sedang kalut sekali, dan kelihatannya dia akan menangis. Sementara itu kami menyuruh seseorang membuat Toffe Nut Latte, karena siapa yang tidak suka minuman itu? Kami bilang lupakan kopi biasa, kami buatkan secangkir Toffe Nut Latte- hari ini gratis untuk anda. Dia senang sekali! Dia pergi dan kami tidak terlalu memikirkannya karena kami bahagia telah membuatnya bahagia.

. Beberapa hari kemudian, seorang mengirimkan bunga ke kedai kami, berterima kasih karena telah menyelamatkan hidupnya”

  • Perhatian

Memperhatikan diartikan bahwa mitra Starbucks melihat lebih jauh dari kebutuhan pribadi mereka dan memperhatikan kebutuhan orang lain (pelanggan, pelanggan potensial, pengkritik, mitra kerja, pemegang saham lain, manajer, staf pendukung, petani, mereka yang menanam kopi, bahkan lingkungan.

  • Berwawasan

Para mitra memiliki wawasan yang cukup luas dan memiliki semangat untuk menambah pengetahuan yang dimilikinya.

  • Peduli

Peduli berarti partisipasi aktif “dalam kedai, dalam perusahaan, dan dalam masyarakat. Mental yang dimiliki karyawan adalah bukan mental “bekerja secukupnya saja”, melainkan terobsesi untuk menjadi yang terbaik.

    Semuanya penting

  • Perlu memperhatikan segala sesuatu secara detail.

  • Pernyataan:

Sensasi Starbucks tidak hanya dihasilkan dari mutu produknya tetapi juga dari seluruh atmosfir yang dirasakan ketika membeli dan menikmati kopi itu: keterbukaan ruang di kedainya, …. Papan menu yang menarik, bentuk konternya, … kebersihan lantainya, … Sebelum para penirunya tahu, starbucks telah lama telah sadar bahwa seni penjualan kopi jauh sekedar focus pada produknya. Detail-detail dari keseluruhan pengalaman memiliki peran penting… semuanya-mulai dari serbet sampai kantung belanja, bagian depan kedai sampai kursi-kursi dekat jendela, laporan tahunan sampai catalog, permukaan meja sampai teko- tampak mencerminkan…akar Starbucks yang asli dan organic”

  • Pengalaman konsumen diistilahkan “sebuah persinggahan yang istimewa” dimana manajemen memulai segala sesuatu dengan sebuah komitmen yang kuat terhadap detail pengalaman pelanggan.

    Surprice dan delight

Ingat mengenai di dalam bungkus makanan ada hadiah??/ inilah surpraise, dan hal inilah yang dikembangkan oleh starbucks. Memberikan surpraise dan kesenangan yang unik kepada pelanggan. Ada beberapa contoh surpraise yang dilakukan oleh Starbucks.

Contoh: Membagi-bagikan es krim, memberikan gratis minuman, menyelenggarakan mencicipi kopi sattu kota, dll

    Terbuka terhadap kritik

  • Jangan keberatan dikritik. Jika tidak benar, abaikan saja; jika tidak adil, jangan tersinggung; jika tidak beralasan, tersenyumlah; jika terbukti, itu bukan kritik-pelajarilah (nn)

  • Terbuka terhadap kritik memerlukan kemampuan yang lebih dari sekedar menenangkan masyarakat atau sekelompok orang yang bersikap menentang. Hal ini berfokus pada belajar dari individu yang tidak selalu mudah didengarkan.

    Leave Your mark

  • Pemimpin bisnis yang sukses menyadari bahwa kunci sukses mereka adalah dengan meninggalkan warisan yang kuat dan positif bagi masyarakat.

  • Kepedulian terhadap lingkungan menjadi hal utama dalan berbisnis.

 

 

 

 

The Air Asia Story Februari 16, 2008

Posted by jungkirbalik in resume buku.
add a comment

Dasyatttt banget.

Begitulah ungkapan yang aku berikan ketika menyelesaikan membaca The Air Asia Story. Sungguh menyenangkan saat aku membaca buku ini (The Air Asia Story, karya Zen Se dan Jayne Ng). Buku ini menginspirasikan kepada kita bagaimana seorang harus berani mengambil resiko membuka sebuah usaha, walaupun kita tidak menguasai bidang tersebut. Tony Fernandes adalah seorang yang sangat jeli melihat sebuah peluang. Ia berani mengorbankan bisnis lamanya (waktu itu dia menjabat sebagai Wakil Presiden Times Warner Music South east asia). sebuah jabatan yang tinggi, dan bidang yang sangat dia kuasai. Namun dia berani mengakuisisi Air Asia yang pada waktu itu sangat merugi.

Hasilnya adalah dalam waktu 6 bulan maskapai ini beroperasi dibawah pimpinan Tony Fernandes, Maskapai ini memperoleh laba yang cukup fantastis. Sungguh luar biasa.

Aku mencoba memberi sedikit resume dari kisah Air Asia yang luar biasa. Semoga pembaca menikmati, dan mencoba untuk membeli buku tersebut di toko terdekat, heeee….

the-air-asia-story.doc

Leadership Trainning Februari 12, 2008

Posted by jungkirbalik in related information.
1 comment so far

Beberapa hari yang lalu, aku mengikuti Leadership Trainning di Sub Terminal Agrobisis, Tawangmangu, tepatnya tanggal 7-8 Februari’08. Hari pertama hanya diisi dengan seminar (ceramah), sedangkan hari ke dua lebih banyak ke outbond. Acaranya sih tidak terlalu padat. Pokoknya….Sangat menyenangkan.

Ada banyak hal yang aku dapatkan disana. Disana aku diajari mengenai “servant leadership”. Seorang pemimpin harus menjadi ” pelayan”. Sebagai contoh seperti ini, Ada salah satu dekan di salah satu universitas diSemarang. Suatu hari ada murid yang mau ke WC. Dia sangat terkejut karena Dekannya tadi membersihkan WC. Sang murid berkata, “kok bapak yang membersihkan WC, gak ada tukang bersih-bersih ya pak.” Dekan tersebut cuma bilang, “Apa harus cleaning servise yang mengerjakan pekerjaan ini?” Pernyataan dekan tersebut membuat murid tadi menjadi tergugah. dia berpukur pak dekan adalah seorang pemimpin yang hebat. Dia masih mau menjadi seorang “buruh” walau jabatannya sangat tinggi. Dia tidak malu mengerjakan hal-hal yang dianggap orang lain sangat rendah.

Pelajaran yang didapat adalah kita sebagai seorang pemimpin harus mau melayani orang lain, walau mungkin hal tersebut akan membuat kita dipandang rendah. Dan tidak mudah untuk menerapkannya.Karena biasanya seorang pemimpin memiliki sifat selalu nge-bos-i.

di sana juga ada banyak game yang seru. Game yang menggugah pikiran. Beberapa game mengajarkan bahwa sebagai pemimpin, kita harus berpikir di luar kebiasaan Artinya kita dituntut harus memiliki inovasi yang tinggi, tidak kaku, dan memiliki keahlian tertentu. Aku juga belajar mengenai kekompakan di dalam sebuah team, bagaimana memimpin, dan masih banyak hal lainnya.

Ada beberapa photo yang aku upload. Silahkan melihat keceriaan yang ada di dalamnya.

kelompok-outbond.jpg

Foto diatas adalah foto kelompokku. Kami salah satu kelompok yang sangat kompak.

Kami menamakan kelompok kami “Babi Girang”.

Kita lihat foto lainnya:

123.jpgpeserta.jpg2.jpg3.jpg4.jpg6.jpg11.jpg12.jpg1231.jpg7.jpg

Lap. Keuangan Jan’08 Februari 12, 2008

Posted by jungkirbalik in own business.
2 comments

Uhhhhh….

Sudah beberapa waktu aku tidak menulis. Rasanya tanganku gatel banget. Sebenarnya sudah ada beberapa bahan yang ingin aku upload. Tapi belum sempat karena banyaknya kegiatan yang aku lakukan. Salah satu hal yang mau ku sharingkan adalah mengenai laporan keuangan Playstationku. Bulan Januari 2008 adalah bulan ke-2 aku membuka PS. Secara hitungan akuntansi, aku masih merugi. Sebab aku mencoba menghitung secara detail. Aku memasukkan depresiasi dalam hitungan rugi laba-ku. Tapi tidak mengapa, jangan pantang menyerah. Terus berpikir positif.

Sedikit tambahan aja, aku sekarang punya 4 unit PS. Aku cuma punya 1 orang karyawan. Aku bersyukur karyawanku ini sangat jujur, dan bisa diandalkan. Letak PS-ku ini memang dipinggir jalan utama, tapi tidak termasuk wilayah strategis, karena ada di luar kota sragen. Tepatnya di daerah Mungkung, kecamatan Sidoharjo, Sragen. Rata-rata pendapatan perhari adalah Rp. 50.000,-. kalau dilihat pendapatan bulanan, terjadi kenaikan. Pendapatan Desember 2007 sekitar 1,3 juta naik menjadi Rp. 1,6 juta pada bulan Januari 2008.

Silahkan melihat laporan keuangan PS-ku (Games Center Playstation). sEmoga berguna bagi pembaca yang mau memulai usaha (khususnya PS).

Laporan Keuangan, Februari 2008

Titipan Kilat “Ardyan” Februari 3, 2008

Posted by jungkirbalik in own business.
add a comment

Bulan November 2007, aku mecoba untuk mengembangkan usaha ke arah Titipan Kilat. Waktu itu, ada beberapa alternatif. Dan final decision-ku adalah Fedex. Aku mengajukan diri untuk menjadi Authorized dari Fedex (gampangnya jadi agen resmi Fedex). Sudah hampir dua bulan aku tunggu keputusannya, tetapi belum turun juga. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk membuat batu loncatan, yaitu mendirikan titipan kilat sendiri yaitu Titipan Kilat “Ardyan”. Supervisor wilayah dari Fedex, bu ismi, juga mengusahakan: walau aku belum menjadi agen resmi, aku bisa menjualkan produknya. Singkat cerita, mulai tanggal 4 Februari 2008, aku sudah bisa menjual produk Fedex. Aku bersyukur banget.
Ada alasan tertentu aku terjun ke usaha ini. karena jenis usaha ini sangat mendukung portofolio usahaku di masa depan.
Beberapa waktu ke depan, aku juga ingin share mengenai portofolio usaha yang sedang aku geluti.
Doakan aku ya….