Subprime Mortgages (seri 2) Maret 6, 2008
Posted by jungkirbalik in Economics.trackback
Saya mencoba kembali menggali lebih dalam mengenai kasus Suprime Mortgages. Aku menemukan beberapa bahan dari Business Weeks bulan februari’08. Ini merupakan sedikit tambahan informasi mengenai Suprime Mortgage dan beberapa hal yang berkaitan dengan resesi yang terjadi di Amerika. Silahkan menikmati tulisan sederhana ini:
Pada tanggal 22 Januar’08i,sebuah keputusan yang cukup mengejutkan yang diambil oleh Bank Sentral Amerika yaitu dengan menurunkan suku bunga sebesar 0,75 poin persentase. . Tindakan ini diikuti oleh The Fed, tanggal 30 Januari’08, dengan menurunkan suku bunga sebesar 0,5 poin persentase. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan untuk masalah resesi yang sedang terjadi di Amerika dan beberapa masalah yang sedang dialami oleh Amerika, antara lain masalah pasar perumahan (subprime mortgages), Belanja rumah tangga, utang konsumen, laba sector keuangan, dan masih banyak masalah lain.
Dalam skenario klasik, hal itu akan mulai memicu kembali pertumbuhan ekonomi dan membuat harga saham melonjak lebih tinggi. Pertanyaannya, akankah hal itu akan terjadi kali ini, di tengah tekanan kredit terburuk yang pernah terjadi? Lalu apa kabar baiknya? Tingkat korporasi mulai bergerak kearah yang benar.
Namun ketakutan yang sebenarnya adalah bila The Fed menurunkan suku bunga, maka akan beresiko terhadap inflasi (jika suku bunga bunga turun, akan menyebabkan orang akan berbondong-bondong menarik uang yang ada dibank. Hal ini akan membuat uang yang beredar bertambah. Meningkatnya uang beredar bisa menyebabkan nilai uang akan menurun. Nilai uang yang menurun mengindikasikan harga naik secara tajam. Inilah yang membuat inflasi), apalagi harga minyak saat ini masih tinggi. Inflasi tersebut akan mengikis hasil asset riil, meniadakan potensi pasar yang bergairah. Selain itu, tingkat suku bunga yang rendah akan mengakibatkan nilai dolar akan lebih rendah dibanding mata uang lain. Melemahnya nilai dolar akan dimanfaatkan pemain asing yang kelebihan dana untuk dibelanjakan di Amerika. Mereka akan masuk untuk membeli asset-aset Amerika yang lebih murah. Kemungkinan besar banyak orang Amerika yang akan marah bila orang asing membeli banyak asset AS.
Beberapa hal yang menstinya diperhatikan agar resesi besar yang sedang terjadi bisa diminimkan, dan bahkan dihilangkan:
· BELANJA PERORANGAN
Yang terjadi di Amerika adalah bahwa bahwa tingkat konsumsi di AS ternyata secara Global ternyata lebih besar dari pendapatan (PDB). Buktinya, sejak kuartal ketiga tahun 2007, tingkat pertumbuhan konsumsi 10 tahunan mencapai 3,6%. Bandingkan dengan pendapatan pada tahun yang sama yaitu 2,9%. Hal inilah yang mesti diperhatikan oleh AS. Bagaimana cara pemerintah bisa membuat belanja konsumsi tidak melebihi pendapatan.
· KREDIT KONSUMEN
Periode 10 tahun terakhir adalah periode hura-hura kredit konsumen terbesar sepanjang masa. Dibandingkan dengan inflasi, utang konsumen – termasuk Hipotek – rata-rata naik 7,5% pertahun sejak 1997. Oleh sebab itu, kita harus memperhatikan bagaimana behavior kita akan kredit.
· PENDAPATAN PERUSAHAAN
Dalam beberapa tahun ini kita telah melihat boom laba, Pendapatan korporasi, sebagaimana diperhitungkan ahli statistic pemerintah, rata-rata mencapai 8% PDB di sepanjang decade terakhir. Angka ini naik dari 6,5% pada awal tahun 1960-an. Inilah yang membantu mendongkrek nllai saham. Telah terjadi lonjakan laba yang sangat signifikan. Namun yang disayangkan adalah hanya satu sector saja yang mengalami :sector keuangan. Lembaga-lembaga keuangan telah memanfaatkan boom kredit konsumen, munculnya instrument-instrumen baru, dan tingkat bunga yang relative rendah.
· PRODUKTIFITAS
Tanda paling jelas bagi kesehatan ekonomi AS adalah terlihat dari pertumbuhan produktivitas atau output per jam kerja. Makin cepat kenaiikan produktivitas, semakin cepat ekonomi tumbuh tanpa menghasilkan inflasi- dan akan semakin tinggi standart hidup.
· BURSA SAHAM DAN PERTUMBUHAN GLOBAL
Keyakinan bahwa ekonomi global masih akan bertumbuh merupakan salah satu faktor yang menyebabkan investor masih memiliki harapan untuk berinvestasi di Amerika.
Komentar»
No comments yet — be the first.