Killer Statement Mei 14, 2009
Posted by jungkirbalik in motivasi.Tags: mental, merusak, negatif, statement
add a comment
Killer Statement
(Anthony Dio Martin)
Ada sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional
yang disebut killer statement. Apa itu killer statement? Gampangnya,
killer statement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita
keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak
mental maupun semangat orang lain.
Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari, atau
barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda,
memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa yang
menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang
seringkali kita sebut killer statement.
Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk
dari killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama
Jerry Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang
melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan
seorang tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa.
Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari
planet lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang pandai melukis,
diciptakanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja tersebut.
Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu menarik. Kecaman
dan kritikan diterima.
Selama enam tahun berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini.
Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadi
saat mereka mendengar ada editor dari Detective Comics yang membutuhkan
komik strips. Lantas mereka pun mencoba menjual kepada mereka.
Tapi, saat membuka-buka dan melihat gambaran komik mereka, para
editor pun tertawa dan berkata, “Wah, nggak akan ada yang percaya dengan
ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual”. Maka,
karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan kalimat yang
menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat menjual komik
serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya senilai US$130.
Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan
terbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer
statement yang diterimanya. Karena, beberapa saat setelah komiknya
dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti bisa
menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan
terbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa.
Komik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya
menjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, penciptanya
yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman menjadi populer
dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh penciptanya
hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan kemiskinan.
Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari
publik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan
dengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya
Detective Comics sepakat memberikan jaminan finansial.
Tetapi, kalau kita melihat kembali,
itulah harga dari sebuah killer statement yang telah menghancurkan
karir dan kehidupan dua orang bocah bernama Shuster dan Siegel.
Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari
killer statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang
killer statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif,
tapi dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement
ini diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang
yang mendengarnya.
Tips penting
Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati
dengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak
kita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita.
Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa
pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik
seseorang.
Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi
mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa
tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari
menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela.
Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima
killer statement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita
siapkan anti virus bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat
lain yang kita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain
sudah mengatakan killer statement itu kepada kita.
Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang
penyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri.
Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan akhirnya
tersingkir.
Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini memberikan
nasihat, “Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu. Yang penting
adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah menjuarai
kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi seorang
penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil”.
Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan
bintang penyanyi tua ini.
Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus
mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-kata
negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan sampai
potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat orang
yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya
masalah dengan diri mereka.
Jangan biarkan mereka merusak diri Anda.
Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.
Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin